Oleh: Zevi Candida Revoluta
4 Februari 2023
Pada
dasarnya, filsafat (dari bahasa Yunani philosophia atau filosofi yang berarti
"cinta kebijaksanaan") adalah studi tentang segala pertanyaan-pertanyaan
mengenai fenomena yang terjadi di dunia ini, filsafat sering disebut sebagai
"berpikir tentang berpikir". Luasnya cakupan dalam pembahasan
filsafat membuat beberapa orang merasa filsafat akan terlihat lebih bisa
dipahami jika dijelaskan dengan definisi-definisi yang mudah. Telah ada banyak
yang menjelaskan fenomena filsafat, dan agaknya kurang tepat bila ada pengertian
tunggal mengenai ini mengingat luasnya cakupan yang dibahas di dalamnya.
Bila
tidak ada penjelasan tunggal mengenai filsafat, lalu bagaimana kita memahami pengertian
filsafat?
Berikut
beberapa pengertian filsafat menurut berbagai sumber yang bisa membantu kita memahaminya:
Filsafat
adalah ilmu yang berkaitan dengan pertanyaan tentang bagaimana seseorang harus
hidup (etika); apa jenis hal-hal yang ada dan apa sifat esensialnya
(metafisika); apa yang dianggap sebagai pengetahuan yang sebenarnya
(epistemologi); dan apa prinsip-prinsip yang benar dari penalaran (logika)
(Wikipedia).
Penyelidikan
tentang sifat, penyebab, atau prinsip-prinsip realitas, pengetahuan, atau
nilai, berdasarkan penalaran logis bukan metode empiris (American Heritage
Dictionary).
Studi
tentang sifat akhir keberadaan, realitas, pengetahuan, dan kebaikan yang dapat
ditemukan oleh penalaran manusia. (Penguin English Dictionary)
Penyelidikan
rasional tentang pertanyaan mengenai keberadaan, pengetahuan, dan etika
(worldnet).
Pencarian
pengetahuan dan kebenaran, terutama tentang sifat manusia dan tingkah lakunya
serta kepercayaannya (Kernerman English Multilingual Dictionary).
Penyelidikan
rasional dan kritis ke dasar prinsip-prinsip (Microsoft Encarta Encyclopedia).
Studi
tentang fitur paling umum dan abstrak dunia dan kategori yang kita pikirkan:
pikiran, materi, alasan, bukti, kebenaran, dll (Oxford Dictionary of Philosophy).
Pemikiran
yang hati-hati tentang sifat dasar dunia, dasar-dasar pengetahuan manusia, dan
evaluasi tingkah laku manusia (The Philosophy Pages).
Seperti
yang digunakan oleh orang Yunani kuno, istilah "filsafat" berarti
pengejaran pengetahuan untuk kepentingan pengetahuan itu sendiri, dan meliputi
SEMUA bidang pemikiran spekulatif, termasuk seni, sains, dan agama.
Pertanyaan
filosofis (tidak seperti ilmu pengetahuan) biasanya bersifat dasar dan abstrak.
Filsafat dilakukan terutama melalui refleksi dan tidak cenderung bergantung
pada percobaan, meskipun metode yang digunakan untuk mempelajarinya terkadang mungkin
sejenis dengan metode yang digunakan dalam studi ilmu alam. Kita sebagai manusia
pasti pernah memiliki pertanyaan maupun refleksi filsafati seperti “mengapa dunia
ini ada?” “mengapa dunia ini membawa kesenangan bagi sebagian orang dan membawa
penderitaan bagi sebagian lainnya?” “apa itu kebenaran?” “apakah pemikiran manusia
bisa menjangkau segala jenis pengetahuan seperti keberadaan Tuhan?”. Dan masih banyak
pertanyaan-pertanyaan lain. Seringkali jawaban-jawaban dari sebagian pertanyaan itu tak dijawab dengan metode empiris.
Dalam
penggunaan umum, terkadang filsafat sering dianggap dapat membawa kita pada
arti perenungan yang tidak produktif atau kurang berguna, tetapi selama
berabad-abad, filsafat telah menghasilkan beberapa pemikiran asli yang paling
penting, dan kontribusinya terhadap sejarah manusia, politik, sosiologi,
matematika, sains, dan sastra amat tidak ternilai. Meskipun studi filsafat
mungkin tidak menghasilkan "makna kehidupan, alam semesta, dan
segalanya", banyak filsuf percaya bahwa penting bagi setiap orang untuk
mengkaji pertanyaan-pertanyaan filsafat. Bahkan ada pemikiran bahwa kehidupan
yang tidak dipertanyakan tidak layak dijalani. Filsafat terkadang juga
memberikan cara yang baik untuk belajar berpikir lebih jelas tentang beragam
masalah. Filsafat juga terkadang mengajarkan metode menganalisis argumen yang
dapat berguna dalam berbagai situasi di bidang lain dalam kehidupan.
Filsafat
adalah subjek yang begitu besar sehingga sulit untuk tahu bagaimana memecahnya
menjadi bagian-bagian yang termanage dan logis. Mungkin pemisahan yang paling
dasar secara keseluruhan pada tingkat tertinggi adalah secara geografis, antara
Filsafat Timur dan Filsafat Barat (ada pula filsafat Afrika sebagai cabang
ketiga). Selanjutnya terdapat pemisahan umum seperti Metafisika, Epistemologi,
dan Etika. Ada pula pemisahan berdasarkan gerakan, pemisahan berdasarkan
doktrin, berdasarkan periode sejarah, dan berdasarkan pemikiran individu
filsuf.
Berdasarkan
uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa terdapat banyak penjelasan mengenai
filsafat, sehingga untuk lebih memahaminya, kitapun dapat memulai dengan mempertanyakan
sesuatu terkait dengan hal apapun yang tiada batasnya. Pada akhirnya meskipun cakupannya
amat luas, kita bisa mempelajari pemisahan-pemisahan filsafat yang dibagi berdasarkan
kategori geografis, umum, gerakan, doktrin tertentu, maupun berdasarkan periode
sejarah, serta pemikiran individual para filsuf.
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar