Membenahi Rasa Percaya Diri: Hal yang Sedang Ku Pelajari


Oleh: Zevi Candida Revoluta

23 Januari 2023

Baru-baru ini, aku mengalami situasi di mana seseorang yang aku hormati mengatakan sesuatu yang cukup menyakitkan dan sedikit merusak rasa percaya diriku. Ini adalah sejenis perasaan yang sulit untuk diatasi karena aku merasa MUNGKIN sangat terluka. Tidak biasanya aku memikirkan pendapat orang lain, tapi mungkin kali ini entah aku yang sedang kelelahan dan mengalami krisis emosi atau karena hal lain. Aku tergugah dengan pernyataan yang seolah mempertanyakan kelayakanku. Hal demikian ini biasanya tidak menggangguku sama sekali.


sumber: Qubisa


Aku mencoba mengambil jeda untuk semacam introspeksi diri dan menghela nafas sejenak. Dengan melalui proses ini, aku sepertinya belajar beberapa hal penting tentang mengatasi perasaan yang mengganggu

Pertama, aku belajar untuk berbicara dengan orang yang aku percayai. Berbicara dengan seseorang yang ku percayai sangat membantuku untuk meresapi perasaan dan memberikan perspektif yang berbeda. Berbagi memberikanku rasa lega dan merasa mendapatkan dukungan.

Dalam hal ini, Aku dapat mendapatkan dukungan emosional dan bentuk lainnya yang ku butuhkan, aku mendapatkan saran yang berguna, dan dalam beberapa episode sesi berbagi, aku mendapatkan pendengar yang baik yang mendengarkanku dengan seksama. Dalam jangka panjang, aku memahami hal ini sangat berarti, berbicara membantuku menangis, mengatasi perasaanku, dan kemudian merencanakan tindakan yang harus aku lakukan untuk merasa lebih baik, sehingga aku tidak banyak menumpuk sampah emosional dalam dadaku.

Terdapat hal yang menarik, yakni kebutuhan dukungan yang ku perlukan tidak sepenuhnya berasal dari orang lain, jadi harus pula aku mencari dukungan dari sumber terdalam yaitu diriku sendiri, aku perlu mengisi dukungan diri dengan membangkitkan sesuatu yang tidur kelelahan di alam bawah sadarku.

Jadi itu adalah hal yang kedua, aku belajar fokus pada diri sendiri. Menurutku ini berarti menempatkan perhatian dan energiku pada perkembangan diri, misalnya kebutuhan emosional dan fisikku (aku akui menempatkan perhatian pada kebutuhan fisik sangatlah sulit terutama pada kondisiku sekarang). Selain itu aku harus menempatkan perhatianku pada kebutuhan akan tujuan dan harapan pribadi. Setidaknya, harus mengenali dan mengakui bahwa yang aku rasakan valid dan benar adanya. Penting bagiku mengevaluasi pikiran-pikiran yang muncul dalam benakku saat aku merasakan hal tertentu, seperti kemarahan, kecewa, atau cemas. Penting juga sebenarnya menggunakan kata-kata untuk menjelaskan perasaanku, sangat amat disesalkan aku sangat buruk dalam hal ini.

kabar baiknya adalah, aku dapat menuliskan perasaanku dalam jurnal atau catatan pribadiku, itu sedikit melegakan karena dapat membantuku meresapi dan mengenali pola perasaan yang aku alami.

Ketiga, aku belajar peduli pada diri sendiri. Memastikan meluangkan waktu untuk diriku sendiri untuk melakukan aktivitas seperti hobi dan kegiatan yang aku sukai. Aku merasa harus menemukan waktu untuk melakukan aktivitas yang aku nikmati (jujur ini sangat sulit, waktu yang kumiliki harus aku bagi dalam banyak bagian terutama yang memang merupakan tanggung jawabku). Aku banyak berpikir mengenai membuat rencana dan menetapkan tujuanku hingga lupa pada apa yang sebenarnya sedang melukai perasaanku. Aku mulai menjadwalkan waktu untuk diri sendiri, menikmati jeda waktu sesedikit apapun itu, dan menghindari terlalu banyak mengambil tanggung jawab orang lain.

Keempat, ketika seseorang bermaksud mengatakan sesuatu yang tidak benar di depan banyak orang,aku harus memahami bahwa, jangan biarkan komentar itu menentukan bagaimana aku melihat diriku. Aku ingat dan aku tahu kondisiku sendiri, aku meraih pencapaianku dengan usaha dan kerja kerasku sendiri. Sehingga nilai diriku tidak ditentukan oleh apa yang orang lain pikir atau katakan. Value itu ada pada diriku sendiri. Orang lain memang tidak selalu memiliki pandangan yang sama tentangku seperti halnya pandangan yang kumiliki tentang diriku sendiri. Entah mengapa orang lain mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang aku capai atau bagaimana aku mencapainya, namun selama hal itu tidak benar, hal itu tidak mencerminkan kualitas atau nilaiku sebagai individu. Aku masih percaya diri.

Sebelum ku akhiri, mungkin untuk kesekian kalinya aku harus berterimakasih. Kepada pengalaman, dan pembelajaran yang orang mungkin berikan padaku. Tak lupa juga pada orang yang ku percayai, dan terakhir pada Ahmad Dhani. Terlepas dari bagaimana problematika personalnya, musiknya dapat menjadi sumber kesenangan, kenyamanan, dan dukungan emosional yang besar untukku. Banyak lagu-lagunya menjadi "anthem" pribadi ku, rasanya seperti ada yang menggenggam tanganku ketika aku mengatasi masalah atau mengejar sesuatu. Karya-karyanya merupakan sebagian dari banyak lagu yang membuatku merasa lebih baik setelah mendengarnya. Aransemen serta lirik yang dalam membuatku merasa dihargai dan diakui, meski tidak selalunya begitu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar