Mengapa Guru Sejarah Menulis Filsafat Etika dan Membicarakan Film?

 

Oleh: Zevi Candida Revoluta

18 Januari 2023

(Tulisan ini merupakan pandangan personal yang tidak mewakili keseluruhan guru sejarah)

sumber: mtdtraining.com


Sebagai seorang guru sejarah, aku selalu tertarik dengan bagaimana sejarah dapat diterjemahkan ke dalam medium lain, seperti film. Film dapat memberikan perspektif yang berbeda dan memberikan pengalaman variatif yang seringkali terlalu mahal jika mau aku alami sendiri. Cukup dengan menonton sepertinya aku bisa merasakan berbagai emosi dan punya sudut pandang yang cukup untuk menilai sesuatu di dalam cerita itu. Tak jarang aku memutarkan film pada pembelajaran sejarah di kelas, karena seringkali film dapat membantu siswa untuk lebih memahami konteks dan mengenalkan berbagai perspektif yang berbeda terkait dengan peristiwa masa lalu.

Dalam proses menonton dan mengamati tokoh-tokoh dalam layar kaca, ada pengalaman-pengalaman yang terjadi di kepalaku, seringkali terkait dengan apa yang aku percaya benar dan apa yang aku percaya tak benar, ataupun bisa di antara keduanya. Pengalaman seperti ini membuat aku terkadang jengah, geram, dan juga merasa perlu mengaitkannya ke dalam kondisi nyata dunia. Perhatianku yang besar terhadap hal-hal etis di dalam film turut mendorongku untuk ingin belajar lebih jauh mengenai “apa itu kebenaran”.

Tepatkah yang selama ini aku pakai sebagai patokan untuk memposisikan diri?

apakah aku harus belajar filsafat etika?

Sejauh yang aku pikir sepertinya memang harus.

Ada alasan yang mungkin menguatkanku, filsafat etika merupakan bagian penting dari sejarah dan sebenarnya dapat ditemukan dalam berbagai peristiwa masa lalu baik secara gamblang maupun tersembunyi. Sepertinya ini dapat menjadi alat yang kuat untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang mendasar dari sebuah peradaban atau masyarakat.

Sebagai seorang guru sejarah, ada saat-saat di mana aku merasa ingin berbagi lebih dari sekadar materi pelajaran di kelas. Agak merasa bersalah memang atas fakta bahwa hal yang cukup menyenangkan bagiku adalah menonton film dan series. Aku merasa agak ragu dengan ide ini. Apakah ini hal yang pantas untuk seorang guru? Apakah ini relevan dengan tugas utamaku?

Setelah berpikir lebih dalam, aku merasa bahwa filsafat etika sangat erat kaitannya dengan sejarah dan peradaban manusia, dan mengeksplorasi topik ini melalui lensa film dapat memberikan pandangan yang unik dan menarik.

Sebagai seorang yang baru dalam filsafat etika, aku merasa perlu belajar dan mengeksplorasi topik ini dengan lebih dalam. Menuliskannya mungkin membantuku mengingatnya dengan lebih baik. Lalu, bersamaan dengan upayaku menuliskan pemikiran dan analisaku di blog ini, aku berharap dapat meningkatkan kompetensiku dan menjadi lebih baik termasuk dalam mengajar sejarah.

Dengan begitu, keinginanku membuat blog yang berisi ulasan random mungkin ada masuk akalnya. Random yang artinya berisi pemikiranku atau film, baik yang berhubungan dengan sejarah atau tidak, ditambah dengan membahas pula filsafat etika yang terkait dengan hal-hal yang barangkali aku bisa bicarakan. Aku berharap blog ini dapat menjadi sumber dan media belajar untukku, atau pembaca yang memiliki minat bersinggungan.

Jadi, meski merasa agak ragu, aku akan tetap mencobanya. Siapa tahu, ini bisa menjadi cara yang menyenangkan dan bermanfaat, untuk berbagi pengetahuan dan pemikiran tentang filsafat etika dan sejarah yang kadang-kadang dibagi melalui lensa film.

#Film #Etika #Filsafatetika #Sejarah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar