Oleh: Zevi Candida Revoluta
17 Januari 2023
(Artikel ini mungkin mengandung spoiler)
Pernahkah kamu merasa dikelabui oleh seorang wanita yang
terlihat baik-baik saja, namun ternyata sangat manipulatif, pandai berbohong
dan tidak ragu untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya?
Syukurlah Jika tidak pernah.
Namun jika kamu butuh memahami experience serupa, mungkin
kamu bisa menemukannya di film/serial TV. Salah satu contoh yang menarik yang
bisa kamu tonton adalah karakter Love Quinn dalam serial "You" dan
Amy Dunne dalam film "Gone Girl".
Love Quinn dalam serial "You" ditunjukkan sebagai perempuan
cantik yang sempurna, kebaikan hatinya dan kekayaan keluarganya tak bisa dibantah.
Satu-satunya kekurangan yang dimiliki Love adalah hubungan yang tidak baik
dengan orangtuanya. Hal ini mengundang perhatian Joe Goelberg yang merupakan
seorang philoginik yang ambisius untuk mengejar cinta. Namun sisi lain Love
mungkin dapat membuat penonton terkejut. Ia digambarkan di sisi lain ini
sebagai karakter yang sangat manipulatif. Love menyembunyikan identitas dan
rahasia besarnya dari Joe dan mengatur situasi untuk menjebak Joe. Dalam series
ini, baik Joe maupun Quin sama-sama saling mengakali dan mencapai tujuannya
dengan tindakan yang tidak etis seperti merencanakan pembunuhan.
Sementara itu, Amy Dunne dalam film "Gone Girl" juga
diperlihatkan sebagai perempuan cantik yang cerdas dan sempurna. Ia digambarkan sebagai karakter yang sangat manipulatif dan tidak ragu untuk
melakukan tindakan ekstrem yang membahayakan dirinya maupun orang lain,
termasuk merencanakan dan mengkondisikan orang lain untuk dijebak, dan menyebar
bukti-bukti yang menguntungkan dirinya sendiri. Amy Dunne menyusun berbagai
strategi tersebut dalam misi untuk membalaskan dendam kepada suaminya, Nick
Dunne.
Berikut beberapa sifat yang dimiliki karakter Love dan Amy:
1.
Narsistik
Baik Amy maupun Love, memiliki sifat
sombong serta kebutuhan dan keinginan untuk mendapatkan perhatian atau pujian
yang berlebihan. Orang-orang seperti Amy bahkan berani menyakiti diri, ataupun
mengatur kondisi demi mendapat simpati dan pujian publik yang lebih besar. Sifat
narsistik ini juga membuat mereka berdua tidak akan membiarkan orang menyakiti
mereka, karena merasa bahwa dirinya lebih baik.
2.
Sensitif terhadap Kritik
Amy dan Love memiliki rasa rendah diri yang
tinggi dan sangat sensitif terhadap kritik. Mereka amat memikirkan kekurangan
diri yang mungkin menyebabkan orang-orang di sekitarnya pergi. Sehingga output
dari kesensitifan mereka diwujudkan dengan cara yang berbeda. Love terlihat lebih
kalem dari Amy, dengan kondisi yang tampaknya lemah dan sedih, Ia terlihat
normal sebagai perempuan yang menyalurkan emosinya dengan membuat roti dan kue.
Love memiliki trik menyembunyikan emosi yang ia rasakan. Meskipun tidak
setenang Joe, Love juga dapat menunjukkan kesabaran “palsu” yang ia kelola
dengan baik sebelum akhirnya meledak.
Sedangkan Amy, sebagai orang yang mudah terprovokasi, ia menghadapi kritik dan meresponnya dengan cenderung menyalahkan pihak lain. Amy akan dengan mudah mengeset kondisi agar pihak lain pun terlihat bersalah.
3.
Manipulatif
Amy memiliki kecenderungan ingin selalu
mengendalikan orang lain demi mencapai tujuannya dengan cara yang tidak etis.
Begitu pula dengan love di tingkat yang berbeda. Mereka bisa berbohong dengan
rapih untuk menyembunyikan sesuatu, orang-orang seperti ini cenderung memiliki
rahasia yang tidak ia bagi kepada pasangan. Jika usaha mereka menimbulkan masalah,
mereka akan melakukan framing terhadap orang lain disertai trik playing victim.
Mereka berani mengambil tindakan yang terkadang tidak wajar.
4.
Ingin Memegang Kontrol yang Besar atas Orang
Lain
Love dan Amy Memiliki kecenderungan untuk
memonitor dan mengontrol orang-orang yang dicintainya. Memiliki kecenderungan
untuk menyatakan cinta yang berlebihan dan mengambil tindakan yang tidak wajar
demi orang yang dicintainya. Mereka ingin dominan dengan cara memegang “kartu
merah” pasangannya dan menggunakan itu untuk terus mengontrol. Jika kondisi
berbalik, mereka juga akan mencari cara untuk kembali memegang dominasi dengan
cara apapun. Apabila Amy ataupun Love merasa kalah, mereka pun seringkali
terlihat memiliki kesulitan dalam mengatasi emosi dan sering menunjukkan
tingkah laku yang tidak stabil akibat kekalahannya.
5.
Egois
Pada benang merah cerita film “Gone Girl”
Amy berkali-kali digambarkan dalam kecenderungan untuk mengatur situasi dan
menjebak orang lain demi keuntungan dan kepuasan dirinya sendiri. Dikarenakan
sikap egoisnya itu, Ia memiliki kesulitan untuk menjalin hubungan yang sehat
dan sering mengalami konflik dengan orang lain terutama suaminya. Ia juga menunjukkan
kecenderungan untuk menyalahkan orang lain atas masalah yang dihadapinya. Orang
seperti Amy dan love tidak bertanggung jawab atas tindakannya, atau seringkali
mereka "bertanggung jawab” dengan pemaknaan berbeda di mana mereka justeru
membereskan masalah dengan cara yang tidak etis. Tidak masalah bagi mereka
untuk menimbulkan masalah pada orang lain. Karena perasaan orang lain bukanlah
prioritas yang perlu mereka pikirkan.
6.
Tampil bak malaikat
Love dan Amy terlihat bak malaikat di mata
orang lain, terutama jika tidak kenal amat dekat. Karena mereka tampak seperti
orang yang mudah memaafkan, elegan dalam menghadapi masalah, melakukan
perbuatan-perbuatan baik pada orang lain, dan meski sering terlihat disakiti mereka
amat tegar dan menebarkan aura positif. Hal ini menguntungkan bagi mereka
karena ambisinya yang tidak etis dapat tersembunyi.
Belajar tentang karakter wanita manipulatif seperti Love
Quinn dan Amy Dunne dapat membantu kita untuk lebih waspada dan memahami
tindakan-tindakan atau strategi serupa yang mungkin dilakukan orang pada kita. Karena
perilaku dan kecenderungan seperti itu dapat merugikan orang lain. Ini membantu
kita belajar mengamati dan mengatasi situasi yang mungkin dihadapi dalam
kehidupan nyata. Meskipun perlu diingat bahwa karakter dalam film dan serial TV
hanyalah fiksi dan tidak selalu sesuai persis dengan kondisi realitas.
Penting bagi kita untuk tidak menyamakan semua orang dengan
karakter yang kita lihat di layar, dan tentu saja karakter-karakter ini tidak
bisa dijadikan justifikasi untuk menyalahkan seluruh gender beserta persoalan
yang dihadapinya. Setiap individu memiliki keunikan, sehingga tidak bisa
sepenuhnya benar jika kita mendiagnosa sendiri atau menduga-duga. Tindakan yang
tepat dalam menghadapi seseorang yang kita duga manipulatif adalah dengan
menjaga diri kita sendiri, melindungi privasi dan hak kita serta jangan mudah
terprovokasi untuk melakukan tindakan yang mungkin dapat merugikan diri kita
sendiri di masa depan.
#Gonegirl #you #younetflix #amydunne #lovequinn #rosamundpike #victoriapederetti #film #manipulatif #psikopat

.jpeg)
.jpeg)
Keren buk. Bahasanya renyah ya kayak kripik
BalasHapus